PT. PELNI (Persero) (Foto.Istimewa) |
Jakarta,
eMaritim.com – semakin dekatnya dengan pergantian tahun, terhitung kurang dari
24 jam lagi pergantian tahun akan dirasakan, dari 2016 menuju 2017. Ditahun
2016 ini lah banyak kenangan pilu yang menimpa dunia pelayaran Indonesia.
Seperti banyaknya kecelakaan kapal.
Sebagai pelengkap cerita akhir
tahun mari kita melihat sejauh mana dunia maritim Indonesia di penghujung tahun
2016 ini. Sebagai dasar tulisan eMaritim.com akan mengambil track record
perjalanan kapal perusahaan pelayaran PT Pelni atau PT Pelayaran Nasional
Indonesia yang mengalami kecelakaan kapal sepanjang tahun 2016.
Di pembukaan tahun 2016 lalu,
insiden kecil yang menimpa Kapal Motor Sabuk Nusantara 49 tepatnya Rabu, tanggal 20 Januari 2016 mengalami kebakaran
kasur milik penumpang di dek IV. Kapal dengan tujuan Maluku Utara itu terbakar
di Tanjung Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Tidak ada korban
jiwa dalam kejadian ini, karena kapal langsung ditarik kembali ke dermaga dan
Tim SAR dengan sigap melakukan evakuasi para penumpang.
Maju 11 hari kemudian tepatnya
Minggu, 31 Januari 2016 kapal dengan jenis yang sama yakni Kapal Perintis Sabuk
Nusantara 55 yang melayani pelayaran masyarakat Kotabaru dengan rute Majene-Kotabaru-Batulicin-Marabatuan-Maradapan
dan Matasirih pergi pulang (PP). Pada
saat pelayaran pertama kandas di perairan Pamalikan, Pulau Sembilan, Kotabaru,
Kalimantan Selatan. Kandas-nya kapal tersebut akibat angin kencang dan
gelombang setinggi 2 meter lebih. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Masuk bulan Februari, Senin, 2
Februari 2016 sekitar pukul 07.50 WIT Kapal Motor (KM) Tatamailau yang berlayar
dari Agats, Kabupaten Asmat menuju Pelabuhan Poumako, Kabupaten Mimika kandas
di Perairan Sungai Iwinia saat menuju Dermaga Pelabuhan Nusantara Pomako,
Mimika. Penyebab kandasnya akibat air surut di Sungai Iwania hanya setinggi
empat meter dari dasar sungai. karena mesinnya pelan, kapal tidak mampu melawan
arus dan hempasan angin yang cukup kencang dari barat sehingga kapal terdorong
ke tepi sungai dangkal. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Sementara ketika masuk pertengahan
bulan Maret, tepatnya Selasa, 20 Maret 2016 Kapal Motor (KM) Wilis kandas di
perairan sekitar Pelabuhan Nusantara, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa
Tenggara Timur (NTT), sekira pukul 11.30 Wita. kapal yang dalam perjalanan dari
Waingapu menuju Ended dan Kupang itu kandas di lokasi yang banyak tumpukan
karang. Saat kandas kapal sempat miring sekira empat derajat ke kanan (dari
haluan). Sementara pantauan pada pukul 15.00 Wita, kapal sudah miring sembilan
derajat. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Melangkah satu bulan dari bulan
April, tepatnya Kamis, 05 Mei 2016 Kapal Sabuk Nusantara 46 kandas di perairan
Pulau Gosong Sekati, Kepulauan Seribu, dekat pulau Pramuka. Tidak ada korban
jiwa dalam kejadian ini. 115 Orang penumpang kemudian dievakuasi oleh Polair
Polda Metro ke kapal patroli polisi.
Setelah kejadian kandas yang terus
melulu selama kurun waktu 5 bulan, kembali terjadi di bulan Juni, tepatnya,
Rabu, 1 Juni 2016 Kapal KM Kelud milik PT Pelayaran Indonesia (Pelni) kandas di
perairan Batam saat mencoba bersandar di dermaga Pelabuhan Beton Sekupang,
Batam. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.15 WIB dan Tak ada korban jiwa
dalam peristiwa ini.
3 hari kemudian di bulan yang sama,
terjadi lagi kapal kandas milik PT Pelni, tepat hari Jumat, 3 Juni 2016, KM
Bukit Raya dari Surabaya tujuan Pontianak kandas. Kandasnya kapal ini
dikarenakan kedalaman air tidak mencukupi dan berhenti di daerah Muara Jungkat.
Kapal tersebut berangkat dari Surabaya dengan mengangkut 1.636 penumpang yang
seharusnya tiba di pelabuhan Dwikora pukul 20.00 WIB. Namun, kapal tersebut
kandas dan hingga saat ini belum dapat bersandar di Pontianak. Tidak ada korban
jiwa dalam kejadian ini.
Melangkah dari bulan Juli, tepat
memasuki bulan Agustus tak hentinya kapal kandas milik PT Pelni kembali
terulang kali ini KM Lawit kandas di Tanjung Sadap, perairan Tambelan,
Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa subuh. Tepat tanggal 2
Agustus 2016. Kapal itu kandas setelah berlabuh di tengah laut untuk menurunkan
penumpang di Tambelan dari arah Kalimantan Barat, sekitar pukul 04.00 WIB.
Perairan di sana cukup dangkal sehingga kapal sebesar KM Lawit tidak bisa
bersandar di dermaga. Untuk menaik-turunkan pemakai jasa, mereka harus lego
jangkar lebih ke tengah laut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Setelah memasuki bulan September
yang kosong dari peristiwa yang melibatkan kapal PT Pelni, kali ini terjadi
lagi di bulan Oktober, Kapal Motor Lambelu milik PT Pelni kandas di Perairan
Tanjung Pasir, Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu, 22 Oktober 2016. Kapal
buatan Jerman tahun 1996 ini rencananya akan bertolak ke pelabuhan
Tunontaka, Kabupaten Nunukan. KM Lambelu kandas di perairan Tarakan saat
menghindari kapal tongkang. Saat kandas, KM lambelu sedang melayari rute A dari
Makassar - Pare Pare - Balikpapan - Tarakan – Nunukan. Tidak ada korban jiwa
dalam kejadian ini.
Sama seperti bulan April, Juli,
September, di bulan November pun tak ada peristiwa yang menimpa kapal milik PT
Pelni ini, namun ada peristiwa di bulan Desember ini, tepatnya Kamis, 22
Desember 2016, Kapal Motor (KM) Sinabung yang berangkat dari Kota Ambon, Maluku
menuju Tual, Maluku Tenggara, mengalami kandas 7 mil menjelang masuk Tual,
Maluku, pada pukul 18.34 waktu setempat atau pukul 16.34 WIB. Tidak ada korban
jiwa dalam kejadian ini.
Begitulah rangkuman yang terjadi
sepanjang tahun 2016 yang menimpa PT Pelni atau PT Pelayaran Nasional Indonesia
menurut eMaritim.com.